Rabu, 23 November 2011

PETA

Peta

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Peta dunia oleh Yohanes Kepler
Peta adalah gambaran permukaan bumi pada bidang datar dengan skala tertentu melalui suatu sistem proyeksi. Peta bisa disajikan dalam berbagai cara yang berbeda, mulai dari peta konvensional yang tercetak hingga peta digital yang tampil di layar komputer. Istilah peta berasal dari bahasa Yunani mappa yang berarti taplak atau kain penutup meja. Namun secara umum pengertian peta adalah lembaran seluruh atau sebagian permukaan bumi pada bidang datar yang diperkecil dengan menggunakan skala tertentu.Sebuah peta adalah representasi dua dimensi dari suatu ruang tiga dimensi. Ilmu yang mempelajari pembuatan peta disebut kartografi. Banyak peta mempunyai skala, yang menentukan seberapa besar objek pada peta dalam keadaan yang sebenarnya. Kumpulan dari beberapa peta disebut atlas.
== Syarat-syarat peta == cykim
  1. Peta harus conform, artinya bentuk daerah, pulau, benua yang digambar pada peta harus sama bentuknya dengan kenyataan di lapangan.
  2. Peta harus ekuivalen, artinya daerah yang digambar sama luasnya jika dilakukan dengan skala peta.
  3. Peta ekuidistan, artinya jarak-jarak yang digambar di peta harus tepat perbandingannya dengan jarak sesungguhnya di lapangan.
  4. Peta harus rapi dan bersih
  5. Peta tidak boleh membingungkan
  6. Peta harus mudah dipahami
  7. Peta harus ada indeks,daftar isi,keterangan

Daftar isi

  • 1 Fungsi
  • 2 Unsur-unsur
    • 2.1 Judul
    • 2.2 Legenda
    • 2.3 Orientasi/tanda arah
    • 2.4 Skala
    • 2.5 Simbol Peta
    • 2.6 Warna Peta
    • 2.7 Tipe Huruf (Lettering)
    • 2.8 Garis Astronomis
    • 2.9 Inset
    • 2.10 Garis Tepi Peta
    • 2.11 Sumber dan Tahun Pembuatan
  • 3 Jenis
    • 3.1 Berdasarkan Isi Data yang Disajikan
    • 3.2 Peta Berdasarkan Sumber Datanya
    • 3.3 Peta berdasarkan skala
    • 3.4 Peta berdasarkan bentuk
    • 3.5 Peta berdasarkan tingkat kedetailan
  • 4 Pranala luar

Fungsi

  1. Menyeleksi data
  2. Memperlihatkan ukuran
  3. Menunjukkan lokasi relatif
  4. Memperlihatkan bentuk

Unsur-unsur

Judul

Mencerminkan isi sekaligus tipe peta. Penulisan judul biasanya di bagian atas tengah, atas kanan, atau bawah. Walaupun demikian, sedapat mungkin di letakkan di kanan atas.

Legenda

Legenda adalah keterangan dari simbol-simbol yang merupakan kunci untuk memahami peta.

Orientasi/tanda arah

Pada umumnya, arah utara ditunjukkan oleh tanda panah ke arah atas peta. Letaknya di tempat yang sesuai jika ada garis lintang dan bujur, koordinat dapat sebagai petunjuk arah.

Skala

Skala adalah perbandingan jarak pada peta dengan jarak sesungguhnya di lapangan. Skala ditulis di bawah judul peta, di luar garis tepi, atau di bawah legenda.
Contoh-contoh skala:
  • Skala angka. Misalnya 1:2.500.000, artinya setiap 1 satuan jarak dalam peta sama dengan 2.500.000 satuan jarak dalam di lapangan.
  • Skala garis. Skala ini dibuat dalam bentuk garis horizontal yang memiliki panjang tertentu dan tiap ruas berukuran 1 cm atau lebih untuk mewakili jarak tertentu yang diinginkan oleh pembuat peta.
  • Skala verbal, yakni skala yang ditulis dengan kata-kata.

Simbol Peta

Simbol peta adalah tanda atau gambar yang mewakili kenampakan yang ada permukaan bumi yang terdapat pada peta kenampakannya, jenis-jenis simbol peta antara lain:
  • Simbol titik, digunakan untuk menyajikan tempat atau data posisional
  • Simbol garis, digunakan untuk menyajikan data yang berhubungan dengan jarak
  • Simbol area, digunakan untuk mewakili suatu area tertentu dengan simbol yang mencakup area tertentu

Warna Peta

Warna peta digunakan untuk membedakan kenampakan atau objek di permukaan bumi, memberi kualitas atau kuantitas simbol di peta, an untuk keperluan estetika peta

[sunting] Tipe Huruf (Lettering)

Lettering berfungsi untuk mempertebal arti dari simbol-simbol yang ada. Macam penggunaan letering:
  • Obyek Hipsografi ditulis dengan huruf tegak, contoh: Surakarta
  • Obyek Hidrografi ditulis dengan huruf miring, contoh: Laut Jawa

Garis Astronomis

Garis astronomis terdiri atas garis lintang dan garis bujur yang digunakan untuk menunjukkan letak suatu tempat atau wilayah

Inset

Inset adalah peta kecil yang disisipkan di peta utama. Macam-macam inset antara lain:
  • Inset penunjuk lokasi, berfungsi menunjukkan letak daerah yang belum dikenali
  • Inset penjelas, berfungsi untuk memperbesar daerah yang dianggap penting
  • Inset penyambung, berfungsi untuk menyambung daerah yang terpotong di peta utama

Garis Tepi Peta

Garis tepi peta merupakan garis untuk membatasi ruang peta dan untuk meletakkan garis astronomis

Sumber dan Tahun Pembuatan

Sumber peta adalah referensi dari mana data peta diperoleh.

Jenis

Peta dikelompokan menjadi 5 bagian, yaitu:

Berdasarkan Isi Data yang Disajikan

  • Peta umum, yakni peta yang menggambarkan kenampakan bumi, baik fenomena alam atau budaya. Peta umum dibagi menjadi 3 jenis, yaitu:
  1. Peta topografi yaitu peta yang menggambarkan permukaan bumi lengkap dengan reliefnya. Pengg ambaran relief permukaan bumi ke dalam peta digambar dalam bentuk garis kontur. Garis kontur adalah garis pada peta yang menghubungkan tempat-tempat yang mempunyai ketinggian yang sama.
  2. Peta chorografi yaitu peta yang menggambarkan seluruh atau sebagian permukaan bumi yang bersifat umum, dan biasanya berskala sedang. Contoh peta chorografi adalah atlas
  3. Peta dunia yaitu peta umum yang berskala sangat kecil dengan cakupan wilayah yang sangat luas.
  • Peta khusus (Peta tematik) yaitu peta yang menggambarkan informasi dengan tema tertentu / khusus. Misal peta politik, peta geologi, peta penggunaan lahan, peta persebaran objek wisata, peta kepadatan penduduk, dan sebagainya.

[sunting] Peta Berdasarkan Sumber Datanya

  • Peta Turunan (Derived Map)yaitu peta yang dibuat berdasarkan pada acuan peta yang sudah ada, sehingga tidak memerlukan survei langsung ke lapangan.
  • Peta induk yaitu peta yang dihasilkan dari survei langsung di lapangan.

[sunting] Peta berdasarkan skala

  1. Peta kadaster (sangat besar) adalah peta yang berskala 1:100 sampai 1:5000
  2. Peta besar adalah peta yang berskala 1:5000 sampai 1: 250.000. Contoh: peta kecamatan
  3. Peta sedang adalah peta yang berskala 1:250.000 sampai 1: 500.000. Contoh: peta kabupaten
  4. Peta kecil adalah peta yang berskala 1: 500.000 sampai 1: 1.000.000. Contoh: peta provinsi/ negara
  5. Peta geografis (sangat kecil) adalah peta yang berskala 1: 1.000.000 ke atas

[sunting] Peta berdasarkan bentuk

  1. Peta datar, atau peta dua dimensi, atau peta biasa, atau peta planimetri
  2. Peta timbul atau peta steereometri
  3. Peta digital
  4. Peta garis, yaitu peta yang menyajikan data alam dan kenampakan buatan manusia dalam bentuk titik, garis, dan luasan.
  5. Peta foto, yaitu peta yang dihasilkan dari mozaik foto udara yang dilengkapi dengan garis kontur, nama, dan legenda

Peta berdasarkan tingkat kedetailan

  1. Peta detail, peta yang skalanya > 1:50.000
  2. Peta semi detail, peta yang skalanya 1:50.000
  3. Peta tinjau, peta yang skalanya 1:250.000

Tidak ada komentar:

Posting Komentar